Ucapan Natal Sebagai Wujud Toleransi

(Gambar : Jeki)
Semarang, pmiiwalisongo.or.id – Setiap perayaan hari natal tiba selalu terjadi pro kontra mengenai hukum mengucapkan selamat hari natal kepada mereka yang merayakan.
Ucapan natal kepada ummat Kristen merupakan wujud toleransi antar umat beragama di tanah air. Ketua PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang, M. Fizalul Muttaqin mengatakan, mengucapkan selamat natal kepada umat agama lain merupakan sebuah implementasi nilai dasar hubungan antar sesama manusia.
“Nilai dasar dari pergerakan PMII salah satunya hubungan dengan tuhan, dengan alam, dan hubungan sesama manusia. Dan ucapan natal ini suatu bentuk implementasi daripada nilai kemanusiaan sendiri, tentunya dalam level yang paling sederhana. harapanya hubungan kita sesama ummat beragama di tanah air agar tetap rukun,” kata Fizal, Selasa (25/12).
Mengingat negara Indonesia negara pluralisme, banyak suku dan agamanya. Ia mengimbau untuk saling menghormati antar umat beragama. Sehingga persatuan dan kesatuan yang terkandung dalam pancasila tetap utuh.
“Mempertahankan persatuan dan kesatuan harus kita mulai dari yang terkecil, salah satunya mengucapkan ucapan hari raya terhadap agama lain,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kordinator Sosial dan Politik PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang, Aghisna Bidikrikal Hasan. Ia mengungkapkan, di PMII terdapat 4 ajaran yang patut diamalkan. 4 ajaran itu, tawazun, tawassuth, i’tidal, dan tasamuh. Tasamuh sendiri ia menjelaskan, merupakan buah ajaran untuk bersikap toleransi kepada siapapun, termasuk dalam hubungan antar umat beragama.
“Apalagi di negara kita yang pluralisme ini, kita sebaiknya menanamkan dan mengamalkan nilai yang terkandung dalam tasamuh, yaitu bersikap toleransi terhadap ummat yang beda keyakinan dengan kita,” kata mahasiswa Jurusan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang tersebut.
Kordinator Gusdurian UIN Walisongo Semarang, Mega sapaan akrabnya menambahkan arti tasamuh. Menurutnya, Tasamuh adalah sikap toleransi segala perbedaan baik pada agama, keyakinan, pemikiran, sosial masyarakat, budaya dan perbedaan lain.
“Toleransi inilah merupakan ajang untuk saling silaturrahim sesama saudara se tanah air. Dengan menumbuhkan sikap demikian, terciptalah persaudaraan yang utuh,” kata mahasiswi semester 3 yang juga aktif di PMII Rayon Syariah tersebut.
Perayaan hari natal bagi penganut agama tersebut, Pengurus PMII Rayon Ushuluddin, Intan Nur Rif’ata mengatakan, sebuah momen kebahagiaan tersendiri seperti agama lain yang merayakan hari rayanya. Seperti agama Islam contohnya.
“Pengucapkan natal kepada mereka yang beda agama, suatu perwujudan saling menghargai, mereka senang kita harus senang. Asal saja kita tidak meyakini apa yang mereka yakini,” pungkasnya. (INK/ ed: JKI)

pmii walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PMII Komisariat Walisongo Galang Dana Untuk Korban Tsunami

Rab Des 26 , 2018
(gambar : Bagus) Semarang, pmiiwalisongo.or.id- Tsunami yang terjadi di Banten – Lampung dan sekitarnya 22 Desember lalu, telah menewaskan banyak korban jiwa dan tidak sedikit mengalami luka-luka. sementara kerugian materi pun amblas. Akibat tsunami yang menimpa daerah setempat menggugah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk menggalang dana sebagai bentuk kepedulian […]