Ternyata dalam pemikiranya, Gus Dur tidak Buta

Ilustrasi: nu.or.id
Oleh: Abdullah Faiz*
Abdurrahman wahid atau yg lebih akrab di panggil dengan sebutan Gus Dur. Beliau lahir di Denanyar Jombang pada 4 agustus 1940. Beliau merupakan seorang intlektual indonesia yang menonjol dan sangat di segani, sejak kecil Gusdur di didik dan di besarkan dalam kalangan keluarga pesantren, di bawah naungan keluarga ulama yang penuh keharmonisan. Kakeknya adalah KH Hasyim Asyari pendiri Ormas terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama. Namun citra keulama’an beliau pernah dianggap menyimpang dari kapasitasnya. Beliau sering terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama ,sosial, politik, dan berbagai kalangan lintas agama dan suku lantas. Gusdur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik lapangan kebudayaan ,politik, lintas agama maupun pemikiran keIslaman yang di sebut nyeleneh. Karier ini di anggap menyimpang, karena tidak sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama. Sekaligus PBNU dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua dewan kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1983. Di dalam NU sendiri Gusdur sering memanggil kontroversinya dengan ulama sepuh lainya hanya karena pemikiranya yang cukup unik dan di anggap nyeleneh.
Tidak banyak, atau bahkan sangat sedikit, orang yang gagasan dan pemikirannya terus dikaji sampai sekarang dipikirkan dan diskusikan kembali. Sekaligus diikuti setelah ia tiada. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah salah satu dari mereka. Hingga kini, lama setelah wafatnya, gagasan dan pemikirannya tetap diperbincangkan dan dipikirkan. Mengapa Gus Dur menjadi sedemikian kuat pengaruhnya? Jawabannya bisa sangat kompleks dan beragam. Salah satunya adalah karena dia tidak hanya orang yang bicara dan menuangkan gagasan dalam tulisan, namun juga bekerja bergerak untuk memperjuangakan apa yang ia pikirkan. Sejarah atau biografinya dengan terang benderang menerangkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan pelaksanaan kata-kata. Mulai dari mengajar di Pesantren, mengurus dan merawat organisasi NU, hingga menjadi politikus dan presiden. Semua itu tidak bisa dipisahkan dari pemirkiran dan gagasannya yang dituangkan dalam berbagai tulisan.
Sekitar tahun akhir 2011 sejumlah sahabat dekat dan murid murid Gus dur berkumpul dalam sebuah simposiaum tentang Gus dur di Jakarta. Yang hasilnya merumuskan sketsa Sembilan nilai utama Gus dur. Nilai-nilai itu tentu saja dari percikan pemikiran gus dur yang tersebar di berbagai ingatan, kesembilan nilai ituialah ketauhi dan, kemanusiaan, keadilan, keseteraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, keksatriaan, dan kearifan lokal.
Sembilan nilai ini di rumuskan dari kebiasaan gusdur dan keuletan dalam berpikir. Dan kemudian nilai ini menjadi panduan bagi para Gusdurian , murid-murid beliau dan pengagum Gus dur yang bertekad untuk meneruskan garis pemikiran dan perjuangnya. Misalnya jaringan gusdurian yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, selalu memperkenalkan dan mengkaji Sembilan nilai ini dalam setiap kelas pemikiran gusdur.
Memalui nilai nilai tersebut kita bisa menyelami pemikiran Gus dur yang spektrumnya sangat luas itu. Diantara istilah yg sangat terkenal tentang ungkpan terkait seksualitas dalam agama.
Seksualitas dalam agama
Penulis pernah mengunggah di justisia.com tentang masalah ini jelasnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus dur pernah membuat gempar warga Indonesia karena ungkapannya yang cukup nyentrik dalam salah satu chanel radio yang berbunyi, “Porno itu letaknya ada dalam persepsi seseorang, kalau orang kepalanya ngeres, dia akan curiga bahwa Al-Quran itu kitab suci paling porno karena ada ayat tentang menyusui” (Al-Baqarah:233). Dan ada roman antara Zulaikha dengan Yusuf (Yusuf:24) Mungkin ungkapan itu ada benarnya karena Al-Quran sudah mengupas tuntas tentang urusan seksualitas dalam ayat-ayatnya, misalnya diperbolehkanya poligami atau ayat yang berkenaan dengan aturan berhubungan intim ayat tentang menyusui (QS Al-Baqoroh:233) dan ada roman antara Yusuf Zulaiha(QS Yusuf :24) dan masih banyak sekali ayat-ayat yang berhubungan dengan dunia seksual ini.
Bahkan dalam tradisi pesantren ada kitab yang mengupas tuntas khusus masalah dunia kelamin. Contoh misalnya kitab uqudul lujain dan fathul izar yang mengatur relasi suami istri. Atau kitab qurrotul uyun yang mengupas secara mendalam dunia seksual di dalamnya. Diterangkan bahwasanya disunnahkan sebelum melakukan hubungan intim, keduanya suami dan istri bergurau dahulu dengan bermain main agar menyenangkan hati sang istri dan mampu membangkitkan syahwat istrinya, ada sebagian ulama berpendapat apabila ingin berhubungan intim tidak melakukan pembukaan yang membangkitan birahi perempuan maka akan mengakibatkan anaknya cacat, bodoh dan penyakitan. Dan ada juga apabila suaminya orgasme terlebih dahulu hendaknya menunggu sampai istrinya puas. Intinya di dalam pesantren dunia seksualitas masih mendapatkan porsi yang khusus untuk dijadikan bahan pegangan berumah tangga.
Pribumisasi islam
selain itu ada juga satu istilah yang kemudian terkenal dan menjadi penanda bagi pemikiran gus dur yaitu “pribumisasi islam”bagi gusdur pribumisasi islam sesungguhnya adalah laku budaya yang telah di jalani masyarakat islam di Indonesia sejak dulu kala ,praktik pribumisasi islam berpijak pada kaidah fiqih seperti al adat al muhakkamah (adat istiadat bisa menjadi hukum)dan al mukhafadoh ala qodimissholih wal akhdu bil jadidil ashlah
Dari sini kita bisa melihat satu sisi pentingnya dari pemikiranya tentang islam di Indonesia maksudnya islam yang di sebarkan tanpa penaklukan ,peperangan namun hanya dengan akulturasi budaya kelokalan.
Pluralisme dan toleransi
Dalam buku sebuah pengantar memahimi Abdurrahman wahid disebutkan ,Aspek yang sangat mudah dipahami dari sosok gus dur adalah pemikiranya tentang pluralism dan toleransi ,pembela kelompok minoritas khususnya china konghucu di Indonesia bahkan ia juga tidak segan membela kelompok agama minoritas kenyakinan dan kelompok yang di anggap terdiskriminasi dan di langgar hak kemanusiaanya ,dengan bahasa lain gus dur dapat di fahami sebagai figure yang memperjuangkan diterimanya kenyataan sosial bahwa Indonesia itu beragam beliau sangat mencintai kebudayaan islam tradisisonal dan juga pesan utama islam itu sendiri.istilah yang paling terkenal ialah politik sesungguhnya adalah kemanusiaan.
Memahami teori berfikir gus dur tidaklah mudah ,harus mampu mencermati untuk bisa memahaminya.prof.Dr.noeng muhadjir pernah mengatakan bahwa gus dur berfikir dengan wawasan post moderenisme ,oleh sebab itu kata prof.noeng gus dur berpikir dari berbagai titik persfektif yang berdimensi banyak segi dan sudut pandang sehingga sulit di mengerti jadi oleh banyak orang gus dur bagaikan teks yang mengandung banyak konteks atau harus di baca sebagai konteks di balik teks.
*Penulis adalah kader aktif PMII Rayon Syari’ah, Elkap 2018 dan aktif di LPM JUSTISIA Fakultas Syari’ah dan Hukum

pmii walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peran Mahasiswa Menghadapi Problematika Sosial

Ming Des 23 , 2018
 Oleh: Chamida Nur Muslicha dan Anwar FuadApa itu Kritis ? “Kritis tidak hanya sekedar mencari tahu, menganalisis, memahami atau menggali sedalam-dalamnya tentang suatu hal untuk mencari kekurangan dan kelebihannya, akan tetapi lebih jauh ke depan bagaimana cara nya seseorang yang kritis tersebut tidak hanya sekedar mengkritisi akan tetapi memperoleh solusi […]