Teatrikal Soko Bumi dari Rayon Dakwah Komisariat Walisongo Semarang.

Pmiiwalisongo.id- Darussalam salah satu aktor dari Teatrikal Soko Bumi mengajak peserta untuk sejenak merenungkan, mengingat kembali kekerasan HAM yang terjadi di Papua beberapa waktu yang lalu, dalam refleksi Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober 2019, di Tugu Muda Semarang. (29/10/19).

“Momen pada malam hari ini kami menampilkan teatrikal dengan mengambil tema HAM, mengingat HAM di negara kita masih sangat minim untuk diperhatikan oleh pemerintah”, ujar Alam anggota teatrikal Soko Bumi.

Alam menjelaskan bahwa tema teatrikal malam ini kami mengangat konflik yang terjadi di Papua. Dimana, beberapa waktu yang lalu, lagi-lagi saudara-saudara kita di Papua mendapatkan tindakan yang tidak selayaknya sebagaimana manusia.

“Kita sebagai pemuda, sebagai kader pergerakan diharapkan selalu tanggap dan sigap dalam mengawal isu-isu negara terutama isu tengtang kemanusiaan (HAM), dan kita harus mempunyai kepedulian terhadap sesama manusia”, imbuhnya.

“Pemerintah seharusnya tetap peduli terhadap warga negaranya tanpa menbeda-bedakan suku, agama, ras, dan budaya. Karena, konflik Papua bukan hanya kemarin, konflik ini sudah terjadi sejak lama dan selali memakan korban”, pungkasnya.

Semoga pemerintah secepatnya menuntaskan masalah yang ada di Papua dan memberikan hak-haknya sebagai warga Indonesia, dan memperlakukan warga Indonesia selayaknya seperti manusia yang sesungguhnya tanpa adanya diskriminasi.

Penulis: Arif

Reporter: Arif

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Islam Menjawab Problematika Milenial

Kam Nov 14 , 2019
Judul buku: BerIslam di Era Milenial Penulis: Khoirul Anwar Tebal: 218 halaman Penerbit: eLSA Press Semarang ISBN: 978-602-6418-37-1 Cetakan: Pertama, tahun 2019 Milenial belakangan ini begitu ramai diperbincangkan, mulai dari perdebatan dalam ruang teoritis sampai pada kontestasi perebutan wacana. Menghadapi era milenial yang penuh dengan modernisasi dan digitalisasi ini, tentu […]