PA(T/Y)AH

Kita adalah masing – masing dari payah
Terlahir dari situasi – situasi susah
Yang di paksa untuk menyenangi masalah
Bukankah itu mewah, bagi manusia resah
Pikirmu perlambang kebesaran
Tanganmu perlambang kekuatan
Langkah kakimu perlambang pergerakan
 
Jangan diam
Aku merindui mu kala bersalam
Bersua riuh atas nama kemanusiaan
Kau bukan buruh yang selalu terinjak
Kau bukan pesuruh yang selalu di sidang
Duhai alam
 
Bangunkan wajahnya yang teduh
Kala itu aku menemuinya sangat tangguh
Tengadahkan semangatnya yang sudah layu
Agar perbaikan nyata itu segera bersatu
Sahabat
 
Jangan lupa bahwa kita pemimpi yang megah
Yang selalu akal dalam cara – cara tabah
Aku merindui mu sahabat..

pmii walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemuda Bijak Penangkal Radikalisme

Rab Feb 27 , 2019
  Oleh: M Waliyuddin    Peneliti Muda IESPR        ( The Institute for social and political research ) Di awal abad ke-21 pasca runtuhnya orde baru, kesempatan politik semakin terbuka. dimotori oleh gerakan reformasi indonesia. Hal tersebut mendorong gerakan mobilisasi masa secara transparan dalam ruang publik. Perubahan iklim politik […]