Pandang Islam Terhadap Money Politik

(ilustrasi : wartadesa.net)
Oleh : Mohammad Ilyas
Pelaksanaan pemilu tinggal menghitung bulan lagi. Berbagai macam praktik politik diaplikasikan oleh banyak kalangan politisi untuk memburu suara rakyat demi menyandang tahta kekuasaan. Pemilu merupakan suatu proses pemilihan seseorang untuk menduduki jabatan politik yang ditentukan oleh suara rakyat.
Suara terbanyak adalah penentu kemenangan, tujuan dari pemilu untuk melaksanakan kedaulatan rakyat. Harapannya dapat menghasilkan pemerintah yang memiliki karakter berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yaitu menjamin kesejahteraan rakyat. Namun di balik pergulatan politik yang marak terjadi menjelang pemilu di Indonesia, masih ada segelintir oknum yang secara sengaja melakukan praktik yang menyalahi etika politik demi meraup suara. Seperti praktik money politik/politik uang
Money politik adalah suatu bentuk pemberian atau janji oleh seseorang untuk meraih simpati rakyat agar tidak menjalankan haknya dalam memilih, maupun supaya menjalankan haknya dengan cara tertentu berdasarkan intruksi atasan dalam pemilihan umum. Suara rakyat seolah-olah menjadi barang dagangan yang dapat dibeli dengan uang dan barang oleh oknum tak bertanggung jawab.
Bentuk Money Politik

Money politik dipraktikkan dengan diadakannya pemberian uang atau sembako berupa beras, minyak, gula dan lain-lain guna menarik simpati rakyat agar memberikan suaranya terhadap calon bersangkutan. Money politik merupakan skandal dalam budaya pemilu. Upaya praktik money politik tersebut didasari terhadap minimnya rasa percaya diri untuk memperoleh suara terbanyak. Karena itu, apapun cara dilakukanya termasuk aktivitas praktik money politik yang dilarang dalam hukumpun dilibas.
Faktor selanjutnya adalah sifat rakus akan sebuah jabatan yang didambakan. Berbagai macam praktik money politik dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika praktik money politik masih dipelihara, akan melahirkan kader pemimpin atau pejabat yang tak menjalankan amanah serta rentan akan terjadinya ketidaksinergian dalam membentuk sebuah kebijakan, besar kemungkinan akan terlibat kasus korupsi.
Ketua badan pengawas pemilu (Bawaslu) RI Abhan menegaskan, bahwa politik uang merupakan suatu tindak kejahatan dalam demokrasi, karena itu masyarakat sudah sepatutnya jangan menerima segala bentuk pemberian uang dan semacamnya untuk mendongkrak suara dalam pemilu. Praktik money politik telah menciderai demokrasi. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa ikut berpartisipasi dalam menyukseskan pemilu dan tidak tergoda akan pemberian dari oknum-oknum-oknum tertentu.
Pandangan Islam

Islam merupakan salah satu agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Islam diturunkan dengan membawa visi sebagai agama yang rahmatan lil a’lamin’ (kasih sayang bagi alam semesta). Islam telah mengatur segala ketentuan yang akan membimbing pemeluknya ke jalan yang benar.
Seorang muslim yang taat akan aturan syariat Islam akan memperoleh janji Allah berupa pahala sebagai kunci menghuni surga kelak. Namum sebaliknya, Allah akan menyangsi seseorang yang lalai dan tidak patuh terhadap aturan syariat dengan dosa yang akan menggiringnya ke neraka kelak. Segala tindak kejahatan seperti pencurian, pembunuhan, pelecehan seksual, narkoba, dan money politik telah diatur dalam Islam dengan berbagai macam ketentuan.
Dalam Islam, money politik disebut dengan istilah risywah ( menyogok). Ulama fikih menjelaskan bahwa risywah adalah
ما يعطى لإبطال الحق او لإحقاق الباطل
Artinya : risywah adalah sesuatu yang diberikan untuk membatalkan yang benar atau membenarkan yang salah.
Sedangkan menurut Al Fayyumi risywah adalah
الرشوة ما يعطيه السخص للحاكم اوغيره ليحكم له او يحمله على ما يريد
Artinya : risywah adalah suatu pemberian kepada hakim atau selainnya agar memberikan sebuah hukum atau agar memenuhi keinginannya
Allah SWT telah menyinggung masalah money politik pada sejumlah ayat, diantaranya adalah QS Al Baqarah ayat 188 yang artinya janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan janganlah kamu menyuap dengan harta itu kepada hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa padahal kamu mengetahui

Dalam hadist Rasulullah SAW juga secara tegas memberi peringatan untuk menjauhi praktik money politik
وعن ثوبان رضي الله عنه قال لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الراشى والمرتشى يعنى الذى يمشى بينهما (رواه أحمد والبزر والطبران)
Artinya : dari tsauban RA berkata ‘rasulullah melaknat orang yang menyuap sekaligus orang yang disuap atau yang terlibat diantara keduanya’ (riwayat Ahmad, Bazari, thabrani)

Telah jelas bahwa tindak money politik merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam. Pada dasarnya memilih pemimpin tujuannya adalah agar mempraktikkan kebenaran, Menegakkan batasan-batasan agama, menyuruh kebaikan serta mencegah kemungkaran, bukan memilih karena diberi uang. Terlalu mendambakan tahta kekuasaan (hubbul jah) adalah salah faktor yang memicu maraknya praktik money politik tersebut.
Seseorang yang demikian selalu berupaya dengan berbagai macam cara untuk meraih kekuasaan tanpa memikirkan jalan terbaik untuk meraihnya. Bila aktivitas ini terus dipelihara jangan harap menghasilkan pemimpin yang baik yang menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakat. kejahatan berupa korupsi tidak akan pernah selesai bila aktivitas money politik tidak dihindari. Demikian Islam memandang masalah praktik money politik.
*penulis adalah mahasiswa jurusan Ilmu Al qur’an dan Tafsir, aktif di PMII Rayon Ushuluddin semester 1.

pmii walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gus Dur bagaikan Lilin

Rab Jan 2 , 2019
(sumber gambar : romojostkokoh.blogspot.com) Sabtu 29 Desember 2018 Sinar lampu di Pastoran Yohanes Maria Semarang tiba-tiba padam. Suasana tampak berubah menjadi gelab gulita. Namun acara peringatan Houl Gus Dur ke 9 tidak lantas berhenti. Masih ada lilin yang merelakan membakarkan dirinya memercikkan cahaya api untuk mematri di acara houl bapak […]