Mengeratkan Angkatan, Almapaba 2018 adakan Tadabbur Alam


Kegiatan yang dimulai sejak Sabtu siang tersebut diikuti oleh 72 anggota Almapaba 2018. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh ketua panitia pelaksana, Whidad Hari Prasojo.
Semarang, pmiirashul.or.id – Guna mengeratkan rasa kekeluargaan angkatan Almapaba 2018, PMII Rayon Ushuluddin adakan kegiatan Tadabbur Alam di  Curug Sewu, Kendal. (5-6/01/2019)

“Acara ini alhamdulillah diikuti oleh 70 peserta dan masih ada yang akan menyusul 2 orang lagi nanti malam” kata Whidad.

Ia juga mengatakan kendala tetap ada dalam proses berlangsungnya kegiatan maupun sebelum kegiatan walau persiapannya sudah dilakukan jauh-jauh hari.

“Persiapan telah dilakukan selama tiga minggu, dengan pembentukan panitia dan pembagian tugas. Tentunya ada kendala, seperti terbenturnya dengan UAS sehingga menyebabkan koordinasi yang kurang dalam proses persiapan acara” tambahnya.

Antusias peserta terlihat sangat besar dalam menyambut acara tersebut, salah satunya dikatakan oleh Dinda Putpitasari, kader PMII Rashul yang juga Mahasiswa Prodi Tasawuf & Psikoterapi. Ia mengatakan kegiatan tersebut dapat membantu perkenalan antar satu dengan yang lainnya, hingga menumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat.

“Tadabbur Alam ini membantu kita mengenal yang belum kenal, bukan lagi mengenal yang satu kelas tapi juga yang kelas lain. Ini yang menambah rasa kekeluargaan diantara kami” tutur Dinda.

Selain ajang merekatkan angkatan, kegiatan tersebut juga menjembatani peserta dalam proses pemahaman kePMIIan. Hal itu dibuktikan dengan adanya forum silaturahmi bersama para senior PMII Ushuluddin membincang kaderisasi dan penanaman lebih dalam nilai-nilai KePMIIan.

Banyak harapan yang muncul dengan adanya kegiatan tersebut, baik dari senior maupun dari internal angkatan Almapaba 2018 sendiri. Whidad selaku ketua panitia berharap dengan adanya kegiatan itu dapat membantu Almapaba 2018 lebih dekat, lebih memahami satu sama lain, dan bersatu dalam satu wadah.

“Ya tentu saja harapannya setelah acara ini semuanya lebih saling mengenal dan saling memahami satu sama lain. Kan kita di PMII adalah sahabat ya, sudah seharusnya saling mengenal” terang Whidad. (Rep. Devia/Red. Fine)

(sumber: pmiirashul.or.id)

pmii walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pecundang

Sel Jan 15 , 2019
Oleh: Riska N. Aku berjalan dengan gugup ke arah kampusku. Mukaku masih sangat kucel, kumal, sekaligus dekil. Maklumlah, aku belum sempat mandi. Temanku si Reza pagi sekali meneleponku untuk segera ke kampus. Ada hal penting katanya. Aku sempat tak mempercayainya, sebab ia sering sekali mempermainkanku. “bro, cepatlah. Aku sudah menunggumu […]