BULETIN : STIGMA PANDEMI

Cover Buletin Stigma Pandemi

Salam Pergerakan!!!!!
Pada 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) mendeklarasikan Covid-19 sebagai pandemi. Indonesia termasuk salah satu negara yang terdampak dan kasusnya terbilang cukup besar. Terhitung bulan November kasus Covid-19 ini telah mencapai angka empat ratus ribu lebih dan korban yang meninggal telah mencapai lima belas ribu lebih. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, baik penerapan protokol kesehatan secara ketat yaitu 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun/Hand Sanitaizer dan Menjaga Jarak) di setiap aktivitas kehidupan, bahkan sempat menutup sektor-sektor ekonomi dan usahausaha sebagai upaya pencegahan penyebaran virus. Sampai sekarang belum ada yang dapat memastikan kapan penyebaran Covid-19 akan berhenti. Seluruh elemen masyarakat baik organisasi, individu, instansi pemerintah ataupun instansi swasta bahu membahu mengentaskan segala permasalahan akibat Covid-19. Ada yang membagi sembako, membagi uang, membagi masker, hand sanitaizer, dan sebagainya.


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan organisasi mahasiswa yang selalu tanggap terhadap permasalahan masyarakat turut serta hadir dalam pengentasan masalah-masalah yang timbul akibat pandemi ini. Kader-kader PMII banyak yang pulang ke daerah masing-masing setelah adanya ketetapan kegiatan kuliah dilakukan secara daring. Tentu hal tersebut menjadi kesempatan besar untuk kader dapat mengamati realitas sosial yang ada di sekitar.

Saat di kampus mungkin banyak kader yang melangit, entah membicarakan pemikiran-pemikiran filsafat, geopolitik, geoekonomi, dan sebaginya. Setelah adanya kuliah daring, tentu akan menuntut kader PMII untuk hidup bermasyarakat dengan tetangga sekitar atau orang-orang di daerahnya masing-masing. Keadaan semacam ini akan memberikan pelajaran untuk kader PMII agar dapat lebih membumi, tidak mungkin kan? Tetangga-tetanggamu dipaksa diskusi filsafat? Kecuali memang kalo ada tetangga yang pernah mempelajari.

Oleh karena itu, kumpulan-kumpulan artikel yang terhimpun di dalam buletin ini berisikan kisah-kisah kader PMII dalam mengamati penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing. Tentunya banyak perbedaan dalam penanganan Covid-19 di Negara yang beribu-ribu kebudayaan ada di dalamnya.

Buletin ini juga kami jadikan sebagai persembahan untuk Sahabat Afnan Abdul Aziz, kader PMII Rayon Abdurrahman Wahid Komisariat UIN Walisongo Semarang yang telah mendahului kita. Semoga karya serta jasa yang ia ukir selama di kampus, organisasi, dan masyarakat mengantarkan ia ke tempat terbaik disisi Allah Swt. Amin.

Selamat Membaca : Unduh

Aji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Menuju Digital Movement? (Sebuah Catatan Kecil)

Jum Des 4 , 2020
Tema besar pembahasan dalam buku ini, boleh dibilang wacana unik dan terdengar baru: digital movement, pergerakan digital. Karena selama ini istilah pergerakan sebatas pergerakan di dunia realitas. Sehingga tentu, wacana digital movement adalah hal yang baru. Kemajuan cum revolusi di bidang industri lah sebenarnya yang membawa kita segenap masyarakat sehingga […]