Belajar KOPRI Beserta Sejarahnya

irmascience.blogspot.com

KOPRI memiliki sejarah terbentuk yang beragam disetiap level kepengurusan. Ada yang penuh mengacu pada AD/ART organisasi, ada pula yang fleksibel disesuaikan kebutuhan dari kepengurusan tersebut. Tetapi menurut pengamatan bebas, banyak dari pengurus disetiap level struktural masih belum memahami esensi KOPRI itu sendiri. KOPRI kerap dikerdilkan hanya ranah kajian domestik saja.

Kondisi tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai hal, salah satunya adalah rendahnya rasa kepemilikan KOPRI oleh kader PMII secara luas. Bahkan sampai sekarang masih banyak pro dan kontra atas keberadaannya (KOPRI). Berbagai penolakan terhadap KOPRI itu muncul utamanya sebab sebagai jalan dikotomi antara kader putra dan putri, bahwa acuan kaderisasi dan gerakan itu berlaku secara general, bahkan tidak menutup kemungkinan KOPRI dianggap sebagai saingan.

Keberadaan KOPRI yang seharusnya menjadi wadah penguatan bagi kader putri karena menyadari bahwa tidak semua perempuan dapat bertarung dengan laki-laki, justru makin menciutkan mental atas berbagai dampak stigma ragu dan negatif atas nilai KOPRI itu sendiri. Efek lanjutan berupa keringnya minat kader putri dalam melanjutkan jenjang kepengurusan PMII berikutnya.

Dijadikannya KOPRI Sebagai Badan Semi Otonom (BSO) adalah suatu manifestasi dari kemandirian gerakan perempuan PMII. Bahwa sebuah organisasi menjadi cukup strategis karena terdapat sistem yang mengatur bagaimana strategi dibangun, kepemimpinan bekerja dan mekanisme diatur. Gerakan tersebut menjadi terarah dan terpimpin. Dalam sifatnya Badan Semi Otonom (BSO), diharapkan KOPRI melangkah lebih percaya diri dan mendapat ruang lebih luas untuk berjejaring. Sehingga perempuan diandilkan dalam berbagai pengambilan keputusan. Menilik pada peran KOPRI sendiri dalam konteks internal berfungsi untuk menciptakan kader pelopor dengan perencanaan dan pelaksanaan yang baik untuk terjun ke masyarakat.

Dalam konteks eksternal, KOPRI dipandang sebagai organisasi perempuan yang hadir untuk melakukan pembenahan organisasi dan kekuatan strategi sebagai wadah perempuan PMII untuk terwujudnya kemandirian dalam pemikiran yang ujungnya menjawab persoalan-persoalan publik.

Sejarah Korps PMII Putri (KOPRI)

KOPRI merupakan singkatan dari Korps PMII Putri. KOPRI merupakan wadah bagi kader perempuan PMII untuk dapat mengembangkan segala potensi yang dimiliki, baik hal wacana, politik, serta aspek-aspek lain yang sudah ada didalam dirinya (kader perempuan PMII).

KOPRI  berdiri Pada kongres III PMII pada tanggal 7-11 Februari 1967 (7 tahun setelah lahirnya PMII) dalam bentuk departemen keputrian dan lahir bersamaan dengan Mukernas II PMII di Semarang Jawa Tengah pada tanggal 25 September 1967. Semula KOPRI pusat berkedudukan di Jakarta, kemudian berdasarkan keputusan mubes I PMII di Garut Jawa Barat pada tanggal 20-27 Januari 1969, dipindahkan ke Surabaya Jawa Timur, yang operasional/pengelolaan selanjutnya diserahkan kepada PW PMII Jawa Timur. Munas KOPRI yang pertama dilaksanakan di Makassar Ujungpandang pada tanggal 25-30 April 1970, bersamaan dengan pelaksanaan Kongres IV PMII.

Pada periode 1973-1988 KOPRI bubar, karena selama periode 1970-1973 PP KOPRI tidak pernah mengadakan kegiatan dan dinilai gagal, yang klimaksnya mereka tidak mampu membuat Laporan Pertanggungjawaban pada kongres V PMII di Ciloto Jawa Barat tahun 1973. Dengan ketua KOPRI saat itu Adibah Hamid. Pada Kongres V ini tidak ada satu orang pun pengurus PP KOPRI yang hadir, sehingga Kongres mengeluarkan Pernyataan Ciloto yang isinya meminta pengurus KOPRI mengadakan Mubes khusus KOPRI dengan limit waktu 6 bulan.

KOPRI dibentuk kembali pada kongres IX PMII di surabaya tahun 1988 dengan ketua Khofifah, Sekretaris Ulha Soraya. Sampai pada Kongres XII PMII Medan Sumatera Utara tahun 2000, KOPRI bubar kembali. KOPRI dibubarkan berdasarkan hasil voting, yang perbedaannya hanya satu suara. Merasa pengalaman pahit itu terasa, bahwa kader-kader putri PMII pasca kongres di Medan mengalami stagnasi yang berkepanjangan dan tidak menentu, maka sebab itu kader-kader putri PMII menganggap perlu dibentuknya wadah kembali, Kongres XIII di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur pada tanggal 16-21 April 2003 sebagai momentum yang tepat untuk memprakarsai adanya wadah, maka terbentuklah POKJA perempuan dan kemudian lahirlah kembali KOPRI di Jakarta pada tanggal 29 September 2003 dengan ketua KOPRI Wiwin Winarti dan sekretaris Nina Hunainah pada periode kepengurusan A. Malik Haraiman 2003-2005.

Ketua PMII dan Ketua Kopri Periode 1960-2023

Periode 1960-1961

Hasil Musyawarah Mahasiswa Nahdliyin di Surabaya Jawa Timur 14-16 April 1960:

Ketua Umum PMII: Mahbub Djunaidi

Sekretaris Umum:  H. Said Budairi

Departemen Keputrian: Mahmudah Nahrowi

Periode 1961-1963

Kongres I PMII Tawangmangu Surakarta Jawa Tengah Desember 1961:

Ketua Umum PMII: Mahbub Djunaidi

Sekretaris Umum:  H. Said Budairi

Departemen Keputrian: Enny Suhaeni

Periode 1963-1967

Kongres II PMII di Kaliurang Yogyakarta 25-29 Desember 1963 :

Ketua Umum PMII: Mahbub Djunaidi

Sekretaris Umum:  Harun Al-Rasyid

Departemen Keputrian: Enny Suhaeni

Periode 1967-1970

Kongres III PMII di Malang Jawa Timur 7-11 Februari 1967:

Sekretaris Umum:  Fahmi Ja’far

Departemen Keputrian: Tien Hartini

PP Badan KOPRI:

(Hasil Muukernas II PMII Semarang 25 November 1967)

Ketua Umum PMII: Ismi Maryam BA

Sekretaris Umum:  Maryamah BA

Kedudukan: di Jakarta

Catatan : berdasarkan keputusan Mubes I PMII di Leles Garut Jawa Barat 20-27 Januari 1969 KOPRI berpindah kedudukannya di Surabaya Jawa Timur

Periode 1970-1973

Kongres IV PMII di Makassar Ujung pandang 25-30 April 1970:

Ketua Umum PMII: M. Zamroni

Kongres V PMII di Ciloto Jawa Barat 23-28 Desember 1973:

Ketua Umum PMII: Abduh Paddare

Periode  1973-1977

Kongres V PMII di Ciloto Jawa Barat 23-28 Desember 1973:

Ketua Umum PMII: Abduh Paddare

Sekretaris Umum: Ahmad Bagdja

Sekbid Keputrian: Wus’ah Surlaga

Periode 1977-1981

Kongres VI PMII di Wisma Tanah Air Jakarta 8-12 Oktober 1977 :

Ketua Umum: Ahmad Bagja

Sekretaris Jenderal: Muhyidin Arubusman

Sekbid KOPRI: Fadilah Surlaga

Reshufflle: Ida Farida

(Fadilah Surlaga naik sebagai Ketua IV Bidang KOPRI)

Periode 1981-1984

Kogres VII PMII di Pusdiklat Pramuka Cibubur Jakarta 1-5 April 1981 :

Ketua Umum: Muhyidin Arubusman

Sekretaris Jenderal: H. Tahir Husien

Ketua Bidang KOPRI: Fadilah Surlaga

Sekbid KOPRI: Lilis Nurul Husnaputri

Periode 1985-1988

Kongres VIII PMII di Bandung Jawa Barat 16-20 Mei 1985 :

Ketua Umum: Surya Darma Ali

Sekretaris Jenderal:  M. Isa Muhsin

Ketua IV (Bidang KOPRI): Iis Kholilah

Sekbid VIII PMII (Bid KOPRI): Hj. Siti Ma’rifah

Periode 1988-1991

Kongres IX PMII di Wisma Haji Surabaya Jawa Timur November 1988 :

Ketua Umum: M. Iqbal Asegaf

Sekretaris Jenderal:  Abd. Khalik Ahmad

Ketua Bidang KOPRI: Khofifah

Sekbid KOPRI: Ulha Soraya

(Pada Kongres IX di Surabaya ini KOPRI dibentuk kembali)

Periode 1991-1994

Kongres X PMII di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta 21-27 Oktober 1991 :

Ketua Umum: Ali Masykur Musa

Sekretaris Jenderal:  M. Syukur Sabang

Ketua KOPRI: Jauharoh Haddad

Sekretaris KOPRI: Siti Khadijah R.M

Periode 1994-1997

Kongres XI di Samarinda Kalimantan Timur 29 Oktober-3 November 1994 :

Ketua Umum: A. Muhaimin Iskandar

Sekretaris Jenderal:  Rusdin M. Noor

Ketua KOPRI: Diana Mutiah

Sekretaris: –

Periode 1997-2000

Kongres XII PMII di Asrama Haji Sukolilo Surabaya Jawa Timur 1997 :

Ketua Umum: Saiful Bahri Anshori

Sekretaris Jenderal:  Usman Sodiqin

Ketua KOPRI: Luluk Nurhamidah

Sekretaris KOPRI: Wahidah Suaeb/Erni Sugiyanti

Periode 2000-2003

Kongres XIII di Medan Sumatera Utara 2000 :

Ketua Umum: Nusron Wahid

Sekretaris Jenderal:  Cipli Rusman

KOPRI: Bubar

Periode 2003-2005

Kongres XIV di PMII di Kutai Kalimantan 2003 :

Ketua Umum: Malik Haramain

Sekretaris Jenderal:  Isra D. Pramulyo

Ketua KOPRI: Wiwin Winarti

Sekretaris KOPRI : Nina Hunainah

Catatan : KOPRI dibentuk kembali dengan status Badan Semi Otonom, berdasarkan hasil POKJA amanat Kongres XIV PMII 2003. Forum POKJA perempuan PMII dilaksanakan oleh PB PMII pada tanggal 26-29 September 2003 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Periode 2005-2007

Kongres XV PMII di Bogor Jawa Barat 2005 :

Ketua Umum: Herry Haryanto Azumi

Sekretaris Jenderal:  Radli Kaelani

Ketua KOPRI: Ai’ Maryati Sholihah

Sekretaris KOPRI: –

Periode 2007-2010

Kongres XVI di Batam Maret 2008 :

Ketua Umum: Rodli Kaelani

Sekretaris Jenderal:  Zaini Sofari

Ketua KOPRI: Eem Marhamah

Sekretaris KOPRI: Suriyanti R.

Periode 2010-2013

Kongres XVII di Banjar Baru Kalimantan selatan :

Ketua Umum: Addien Jauharudin

Sekretaris Jenderal:  Jabidi Ritonga

Ketua KOPRI: Irma Mutoharoh

Sekretaris KOPRI: Herwinta

Ketua PJS KOPRI: Endang Istianti

Peiode 2014-2016

Kongres XVIII di Jambi :

Ketua Umum: Aminuddin Ma’ruf

Sekretaris Jenderal:  Abdul Haris Wali

Ketua KOPRI: Ai Rahmayanti

Sekretaris KOPRI: Desmiati Ishak

Periode 2017-2021

Kongres XIX di Palu Sulawesi Tengah :

Ketua Umum: Agus Mulyono Herlambang

Sekretaris Jenderal:  Sabolah Al-Kalamby

Ketua KOPRI: Septi Rahmawati

Sekretaris KOPRI: Nurmanengsi

Periode 2021-2023

Kongres XX dilaksanakan pada 6 Zona (acara berpusat di Balikpapan Kalimantan Timur) :

Ketua Umum: Muhammad Abdullah Syukri

Sekretaris Jenderal:  M. Rafsanjani

Ketua KOPRI: Maya Muizatil Lutfillah

Sekretaris KOPRI: Nopa Supensi

Penulis: Pengurus KOPRI PMII UIN Walisongo Semarang

Editor: Aji Firman

Sumber Bacaan:

– Peraturan Organisasi  Musyawarah Pimpinan Nasional (PO Muspimnas)  di boyolali, 28 Februari 2019

– PB KOPRI editor : Asep Sabar, KOPRI Menantang Perubahan, Jakarta : PT. Bumi Selamat, 2000

– Modul Kaderisasi KOPRI

pmii walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

VISI MISI, TUJUAN SERTA ARAH GERAKAN KOPRI

Ming Okt 10 , 2021
A. Visi Misi Korps PMII Putri Visi : Terciptanya masyarakat yang berkeadilan berlandaskan kesetaraan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Misi : Mengideologisasikan nilai keadilan gender dan mengkonsolidasikan gerakan perempuan di PMII untuk membangun masyarakat berkeadilan gender. B. Tujuan Korps PMII Putri Terbentuknya pribadi muslimah Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, […]