ADA APA DENGAN KOPRI ?

KOPRI Se-Kota Semarang Mendukung Penuh Hasil MUSPIMCAB Semarang (30/03), Dalam rangka mengawal hasil Musyawarah Pimpinan Cabang Kota Semarang yang di selenggarakan Januari 2019 yang lalu, Korp PMII Puteri (KOPRI) Komisariat UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Konsolidasi Akbar KOPRI Se-Kota Semarang. Selain mengadakan pertemuan antar pengurus KOPRI Se-Kota Semarang, kegiatan tersebut juga diisi dengan bedah produk hukum PMII dengan menghadirkan Intan Yuli Riskiyanti, selaku Ketua KOPRI PKC Jawa Tengah. Diantara produk hukum yang dibedah ialah Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi Tentang KOPRI. Bedah produk hukum PMII tersebut diawali dengan pemaparan hasil riset dari Biro Sosial dan Politik KOPRI PC Kota Semarang. Pemaparan ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil penelitiannya dan upaya edukasi kepada seluruh kader PMII Se-Kota Semarang.
 
  Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan pengurus dan kader-kader KOPRI Se-Kota Semarang ini juga mendiskusikan tentang Musyawarah Pimpinan Cabang (MUSPIMCAB) PMII Kota Semarang pada 12 Januari 2019 di Gedung PWNU Jawa Tengah yang mengahasilkan poin-poin rekomendasi. Salah satu pokok pembahasan dalam Konsolidasi Akbar tersebut ialah pembahasan rekomendasi yang termaktub dalam Bab X Pasal 12 Ayat A poin (a) bahwa Mekanisme Pemilihan Ketua KOPRI Cabang melalui Pemilihan Langsung. Rekomendasi merupakan bagian dari melaksanakan amanat organisasi dalam Peraturan Organisasi PMII tentang Korps PMII Putri (KOPRI) Bab IV Pasal 4 Poin (b) bahwa Ketua KOPRI PKC dan PC dipilih langsung melalui forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkatan Konferensi Koordinator Cabang  (KONKORCAB) dan Konferensi Cabang (KONFERCAB).
Konsolidasi Akbar yang dilakukan di Balaikota Semarang tersebut memberikan ruang diskusi yang terbuka. Hadirnya pengurus KOPRI Komisariat Se-Kota Semarang ini mempermudah menganalisis situasi, kondisi dan masalah-masalah di setiap KOPRI Komisariat. Sehingga daripadanya, pertemuan ini membedah produk hukum PMII juga sekaligus menganalisis realitas di lapangan. Konsolidasi Akbar inipun menghasilkan pernyataan sikap kader KOPRI PMII se-Kota Semarang yang mendukung penuh hasil MUSPIMCAB untuk dilaksanakan pada KONFERCAB PMII Kota Semarang Ke-XXXIX. Salah satunya ialah melakukan pemilihan langsung untuk Ketua KOPRI PC Semarang.
Berikut ini beberapa poin yang menjadi landasan KOPRI Se-Kota Semarang mengambil sikap tersebut:
 
1. Pemilihan langsung telah termaktub dalam Peraturan Organisasi Tentang KOPRI di BAB IV Pasal IV Poin (b)
2. Pemilihan langsung telah menjadi rekomendasi dalam Musyawarah Pimpinan Cabang yang diselenggarakan 12 Januari 2019
3. Pemilihan langsung dapat memberikan ruang yang lebih demokratis untuk pemilihan ketua KOPRI Cabang Kota Semarang
4. Kader PMII Se-Kota Semarang berhak mengetahui kapasitas, pengalaman, visi misi dan komitmen calon pemimpinnya
5. Pemilihan ketua KOPRI secara langsung dapat meningkatkan peran kader perempuan di ranah publik khususnya dalam bidang kepemimpinan
6. Setiap kader perempuan memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih
 
   Pernyataan sikap ini didukung penuh oleh KOPRI Sultan Agung, KOPRI Wahid Hasyim, KOPRI Al-Ghozali, KOPRI UNDIP, KOPRI UIN Walisongo Semarang, KOPRI Jendral Sudirman, KOPRI UPGRIS dan KOPRI Persiapan Ngudi Waluyo. Namun demikian, diskusi ini tidak lantas alpa dan sengaja tidak mengundang Ketua KOPRI PC PMII Semarang. Sebab beberapa kali dihubungi sejak Jumat 29 Maret 2019 tidak merespon. KOPRI Komisariat UIN Walisongo Semarang selaku penyelenggara juga sudah berusaha menghubungi pengurus KOPRI Cabang Semarang lainnya untuk hadir di acara tersebut. Akan tetapi, hanya Biro Sosial dan Politik KOPRI Cabang Semarang yang bisa hadir, itupun sebatas memaparkan hasil penelitian yang dilakukan bironya. Hasil pertemuan ini, tentu akan kami sampaikan kepada Ketua KOPRI Cabang Semarang agar bisa segera direspon dan merumuskan langkah-langkah berikutnya tentang keberlanjutan dari Konsolidasi Akbar ini.
 

Semarang, 30 Maret 2019
Ketua KOPRI
Komisariat UIN Walisongo Semarang

Nur Khakiki

Dok. Kegiatan

Pernyataan sikap kopri semarang

 

 

pmii walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sumber Daya Alam Indonesia, Sudah Berdaulat ?

Ming Apr 7 , 2019
Sumber Daya Alam Indonesia, Sudahkah Berdaulat? Oleh: Umi Ma’rufah (Kader PMII Komisariat UIN Walisongo 2014) Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Kekayaan itu terbentang di semua pulau, terdiri dari sumber daya alam hayati dan non hayati. Dengan kekayaan yang demikian besar maka Indonesia layak disebut Negara Bio-Diversity, […]